Sabtu, 01 Desember 2018

CERPEN "REALITA SEORANG ANAK BROKEN HOME"



Hay teman-teman kali ini aku ingin bercerita tentang kisah nyata yang di alami oleh seorang anak. Sebelumnya terima kasih telah berkunjung.... jangan lupa like dan komentarnya ya.

PAHITNYA “BROKEN HOME”
Hasil gambar untuk GAMBAR BROKEN HOME

Hai, perkenalkan namaku Putri aku ingin bercerita tentang pengalaman pribadi aku. Aku berasal dari keluarga sederhana Ayah dan Ibu ku mempunyai tiga orang anak yaitu kakak peremuan dan laki-laki yang terakhir aku. Karena perekonomian keluargaku yang  kurang, Ibu ku pergi merantau di negara tetangga yaitu Malaysia saat aku masih duduk di bangku SD. Aku dirumah bersama kedua kakak dan Ayah ku. Dan alhamdulillahnya saat Ibu ku merantau kebutuhan perekonomian keluargaku sedikit demi sedikit mulai tercukupi. Mungkin karena Ayah ku kasihan melihat Ibu ku menjadi tulang punggung keluarga, Ayah ku menyusul Ibu ku ke Malaysia untuk bekerja juga. Dan dirumah aku hanya tinggal dengan kedua kakak ku. Menjelang dua tahun Ayah ku di perantauan, Ayahku terkena musibah, kakinya terkena alat menebang pohon karena disana Ayahku bekerja sebagai penebang pohon, dan akhirnya Ayah ku pulang. Namun Ibu ku masih tetap disana.
Tahun berganti tahun akhirnya kedua kakak ku telah menemukan pasangannya masing-masing dan memutuskan untuk berkeluarga. Kakak perempuanku tinggal bersama dengan suaminya yang jaraknya lumayan jauh dari rumahku dan mempunyai satu orang anak perempuan. Sedangkan kakak laki-laki ku mempunyai satu orang anak perempuan istrinya tinggal bersama kedua orang tua nya dan kakak ku pergi merantau ke Jakarta untuk bekerja. Dirumah hanya ada aku dan Ayahku.
Menjelang beberapa waktu, Ibu ku pulang. Kegembiraan pun mulai aku rasakan seakan keutuhan keluarga ku mulai kembali. Baru beberapa minggu pulang Ibu ku berpamitan untuk pergi ke kota kelahirannya, karena Ibu ku bukan asli dari Jawa Timur melainkan dari Jawa Tengah. Ia berpamitan jika ia ingin menjenguk saudara-saudaranya disana. Ayah ku pun mengizinkan. Ibu ku cukup lama disana sekitar tiga bulanan.
Karena Ibu ku sudah tidak merantau lagi penghasilan perekonomian hanya mengandalkan dari Ayah ku yang hanya bekerja di sawah. Ibu ku setiap hari selalu marah-marah karena sehari saja belum tentu cukup untuk kebutuhan. Mungkin karena aku juga ikut merasakan Ayah dan Ibu ku fikiranku pun merasa terbebani dengan semua itu. Sampai-sampai keadaanku sangat droup dan harus di bawa ke rumah sakit. Sekitar dua minggu aku dirawat akhirnya aku di bawa pulang.
Saat dirumah pun Ayah dan Ibu ku pun masih bertengkar, karena masalah perekonomian akhirnya ada orang ketiga dalam khidupan Ayah dan Ibu ku. Saat itu Ibu ku selalu bolak-balik pergi ke rumah saudaranya yang ada di Jawa Tengah. Semua keluarga pun mulai curiga. Menjelang beberapa waktu akhirnya hubungan gelap antara Ibu dan seseorang yang tak ku ketahui namanya diketahui oleh semua keluarga ku. Saat itu pun Ibu ku tetap menyalahkan Ayahku karena tidak bisa mencukupi kebutuhan perekonomian keluarga dan selalu membanding-bandingkan hasil yang ia dapatkan saat ia merantau di malaysia dengan penghasilan Ayahku.
Karena lelah mendengar setiap hari Ayah dan Ibu ku terus bertengkar, aku memutuskan pergi dari rumah dan tinggal bersama Pamanku yang berada di Jawa Tengah. Seminggu saat itu Ibu ku menyusul ku dan membawa ku pulang ke rumah. Ibu ku sangat kasar kepada ku sampai-sampai kepergianku itu yang membuat kawatir seluruh keluarga aku di pukul oleh Ibu ku. Mungkin karena kondisi ku yang saat itu masih belum stabil karena baru pulang dari rumah sakit, aku droup lagi. Namun saat itu Ibu ku tidak menghiraukan ku Ia berkata aku hanya pura-pura. Sampai beberapa hari Ibu ku menghilang tidak ada kabar. Banyak yang bilang jika ia sudah bersama orang yang menjalani hubungan gelap dengan Ibu ku.Semenjak Ibu ku pergi kedua kakakku pun  jug sudah tidak peduli dengan keluarga ini. Mereka lebih memilih jalannya sendiri-sendiri. Dan kini aku hanya tinggal bersama Ayahku, berjuang untuk hidup dengan Ayahku.
Saat itupun aku sangat terpukul seakan tidak ada harapan lagi dalam keutuhan keluarga ku. Sampai-sampai aku tidak peduli dengan hidupku sendiri. Setiap malam aku selalu keluyuran dan terkadang pun aku sampai tidak pulang. Karena yang terfikir dalam benak ku itulah yang membuatku lupa akan semua masalah yang terjadi di dalam keluargaku. Namun keluyuranku masih aku jaga aku tidak minum-minuman keras ataupun hal lain yang bisa merugikan diriku sendiri. Aku hanya kumpul dengan teman-teman dan bercerita semua masalah yang aku hadapi dirumah. Belum beberapa lama Ibu ku menghubungiku. Ku kira Ibu ku memberi kabar baik, tapi ternyata Ibu ku menghubungiku hanya untuk mengolok-olok kan ku yang tidak pernah aku lakukan. Ibu ku berkata bahwa “bagus ya sekarang sudah jadi wanita penghibur”. Kata-kata itu sangat menyakiti hati ku.Aku tidak menyangka bahwa kepergianku setiap malam sampai diketahui Ibuku dan sampai Ibuku berkata seperti itu. Sejak saat itulah aku sangat membenci Ibuku kata-kata dan perlakuannya yang pernah ia lakukan membuatku sangat merasa sakit hati.
Ya itulah kisah ku, semoga kalian yang telah membaca tidak merasakan hal seperti itu.

Gimana guys ceritanya, menyedihkan, mengharukan, apa membosenkan ?? Pastinya kalian gak ingin kan semua itu terjadi pada kalian, ya kita berdoa saja sama yang di atas semoga kalian yang masih punya keluarga lengkap dipersatukan terus....jagan ada yang baper y guys dengan ceritanya hehe.....

Tidak ada komentar: