Hay
teman-teman kali ini aku ingin bercerita tentang kisah nyata yang di alami oleh
seorang anak. Sebelumnya terima kasih telah berkunjung.... jangan lupa like dan
komentarnya ya.
PAHITNYA “BROKEN
HOME”
Hai,
perkenalkan namaku Putri aku ingin bercerita tentang pengalaman pribadi aku.
Aku berasal dari keluarga sederhana Ayah dan Ibu ku mempunyai tiga orang anak
yaitu kakak peremuan dan laki-laki yang terakhir aku. Karena perekonomian
keluargaku yang kurang, Ibu ku pergi
merantau di negara tetangga yaitu Malaysia saat aku masih duduk di bangku SD. Aku
dirumah bersama kedua kakak dan Ayah ku. Dan alhamdulillahnya saat Ibu ku
merantau kebutuhan perekonomian keluargaku sedikit demi sedikit mulai
tercukupi. Mungkin karena Ayah ku kasihan melihat Ibu ku menjadi tulang
punggung keluarga, Ayah ku menyusul Ibu ku ke Malaysia untuk bekerja juga. Dan
dirumah aku hanya tinggal dengan kedua kakak ku. Menjelang dua tahun Ayah ku di
perantauan, Ayahku terkena musibah, kakinya terkena alat menebang pohon karena
disana Ayahku bekerja sebagai penebang pohon, dan akhirnya Ayah ku
pulang. Namun Ibu ku masih tetap disana.
Tahun
berganti tahun akhirnya kedua kakak ku telah menemukan pasangannya masing-masing
dan memutuskan untuk berkeluarga. Kakak perempuanku tinggal bersama dengan
suaminya yang jaraknya lumayan jauh dari rumahku dan mempunyai satu orang anak
perempuan. Sedangkan kakak laki-laki ku mempunyai satu orang anak perempuan
istrinya tinggal bersama kedua orang tua nya dan kakak ku pergi merantau ke
Jakarta untuk bekerja. Dirumah hanya ada aku dan Ayahku.
Menjelang
beberapa waktu, Ibu ku pulang. Kegembiraan pun mulai aku rasakan seakan
keutuhan keluarga ku mulai kembali. Baru beberapa minggu pulang Ibu ku
berpamitan untuk pergi ke kota kelahirannya, karena Ibu ku bukan asli dari Jawa
Timur melainkan dari Jawa Tengah. Ia berpamitan jika ia ingin menjenguk
saudara-saudaranya disana. Ayah ku pun mengizinkan. Ibu ku cukup lama disana
sekitar tiga bulanan.
Karena
Ibu ku sudah tidak merantau lagi penghasilan perekonomian hanya mengandalkan
dari Ayah ku yang hanya bekerja di sawah. Ibu ku setiap hari selalu marah-marah karena
sehari saja belum tentu cukup untuk kebutuhan. Mungkin karena aku juga ikut
merasakan Ayah dan Ibu ku fikiranku pun merasa terbebani dengan semua itu.
Sampai-sampai keadaanku sangat droup dan harus di bawa ke rumah sakit. Sekitar
dua minggu aku dirawat akhirnya aku di bawa pulang.
Saat
dirumah pun Ayah dan Ibu ku pun masih bertengkar, karena masalah perekonomian
akhirnya ada orang ketiga dalam khidupan Ayah dan Ibu ku. Saat itu Ibu ku
selalu bolak-balik pergi ke rumah saudaranya yang ada di Jawa Tengah. Semua
keluarga pun mulai curiga. Menjelang beberapa waktu akhirnya hubungan gelap
antara Ibu dan seseorang yang tak ku ketahui namanya diketahui oleh semua
keluarga ku. Saat itu pun Ibu ku tetap menyalahkan Ayahku karena tidak bisa
mencukupi kebutuhan perekonomian keluarga dan selalu membanding-bandingkan
hasil yang ia dapatkan saat ia merantau di malaysia dengan penghasilan Ayahku.
Karena
lelah mendengar setiap hari Ayah dan Ibu ku terus bertengkar, aku memutuskan
pergi dari rumah dan tinggal bersama Pamanku yang berada di Jawa Tengah.
Seminggu saat itu Ibu ku menyusul ku dan membawa ku pulang ke rumah. Ibu ku
sangat kasar kepada ku sampai-sampai kepergianku itu yang membuat kawatir
seluruh keluarga aku di pukul oleh Ibu ku. Mungkin karena kondisi ku yang saat
itu masih belum stabil karena baru pulang dari rumah sakit, aku droup lagi.
Namun saat itu Ibu ku tidak menghiraukan ku Ia berkata aku hanya pura-pura.
Sampai beberapa hari Ibu ku menghilang tidak ada kabar. Banyak yang bilang jika
ia sudah bersama orang yang menjalani hubungan gelap dengan Ibu ku.Semenjak Ibu
ku pergi kedua kakakku pun jug sudah
tidak peduli dengan keluarga ini. Mereka lebih memilih jalannya
sendiri-sendiri. Dan kini aku hanya tinggal bersama Ayahku, berjuang untuk
hidup dengan Ayahku.
Saat
itupun aku sangat terpukul seakan tidak ada harapan lagi dalam keutuhan
keluarga ku. Sampai-sampai aku tidak peduli dengan hidupku sendiri. Setiap
malam aku selalu keluyuran dan terkadang pun aku sampai tidak pulang. Karena
yang terfikir dalam benak ku itulah yang membuatku lupa akan semua masalah yang
terjadi di dalam keluargaku. Namun keluyuranku masih aku jaga aku tidak
minum-minuman keras ataupun hal lain yang bisa merugikan diriku sendiri. Aku
hanya kumpul dengan teman-teman dan bercerita semua masalah yang aku hadapi
dirumah. Belum beberapa lama Ibu ku menghubungiku. Ku kira Ibu ku memberi kabar
baik, tapi ternyata Ibu ku menghubungiku hanya untuk mengolok-olok kan ku yang
tidak pernah aku lakukan. Ibu ku berkata bahwa “bagus ya sekarang sudah jadi
wanita penghibur”. Kata-kata itu sangat menyakiti hati ku.Aku tidak menyangka
bahwa kepergianku setiap malam sampai diketahui Ibuku dan sampai Ibuku berkata
seperti itu. Sejak saat itulah aku sangat membenci Ibuku kata-kata dan
perlakuannya yang pernah ia lakukan membuatku sangat merasa sakit hati.
Ya
itulah kisah ku, semoga kalian yang telah membaca tidak merasakan hal seperti
itu.
Gimana
guys ceritanya, menyedihkan, mengharukan, apa membosenkan ?? Pastinya kalian gak
ingin kan semua itu terjadi pada kalian, ya kita berdoa saja sama yang di atas
semoga kalian yang masih punya keluarga lengkap dipersatukan terus....jagan ada
yang baper y guys dengan ceritanya hehe.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar